Tips Mengetahui Radius Penangkal Petir

Seringkali para supplier penangkal petir mempromosikan dengan radius proteksi 100 meter hingga 150 meter lebih, namun apakah alat penangkal petir tersebut memang benar bisa memproteksi seperti yang telah disebutkan.
Perlu diketahui, bahwa sistem penangkal petir bukanlah dengan menangkal, tetapi menyalurkan arus petir dengan aman ke pembumian atau earthing.

Dan untuk mengetahui seberapa besar radius sistem penangkal petir, maka kita harus memperhatikan hal-hal dibawah ini :
1. Bagaimana cara kerja penangkal petir tersebut sehingga kita bisa memproteksi area seluas yang sudah disebutkan.
2. Selain itu, acuan standart yang diterapkan pabrikan dalam mendesain sistem proteksi petir juga harus diketahui. Danstandart yang berlaku untuk sistem penangkal petir sendiri yaitu :
• Internasional (diakui oleh hampir semua negara) IEC 62305
• Indonesia SNI 03-7015-2004
• Inggris BS EN 62305
• Amerika NFPA 780, UL 96
• Perancis NFC 17-102
• Spanyol UNE 21186
3. Berapa jumlah hari guruh dan intensitas petir di daerah yang akan di pasang penangkal petir
4. Perhitungan faktor resiko berdasarkan rumusan yang terdapat dalam standard yang digunakan sebagai acuan.
Jika pabrikan penangkal petir tidak mencantumkan sertifikasi acuan standart sistem proteksi penangkal pertir dan juga perhitungan radius proteksi, maka bisa dipastikan bahwa sistem proteksi tersebut dikategorikan non standart.

Sementara, semua sistem proteksi, baik itu metode konvensional atau metode Farady Cage maupun ESE atau Early Streamer Emission menghitung zona proteksi dengan menggunakan cakupan radius.

Didalam buku standart penangkal petir sendiri, luas radius proteksi ditentukan oleh rumusan perhitungan resiko, contohnya seperti di bawah ini :
1. Dimana letak bangunan berada dan berapa jumlah hari guruh.
2. Bahan dari bangunan tersebut, apakah terbuat dari kayu, besi, atau beton
3. Adanya bahan yang mudah terbakar di dalam bangunan tersebut
4. Bahaya terhadap keselamatan jiwa manusia
5. Berapa tinggi ujung “tip” air terminal terhadap permukaan atau tepi bangunan atau struktur yang ingin diproteksi
Dan hasil akhir dari perhitungan rumusan faktor resiko tersebut adalah tingkat proteksi, yaitu ada empat tingkat proteksi yang menentukan besarnya cakupan radius proteksi, dan masing-masing memiliki perhitungan radius proteksi yang berbeda-beda.

Contohnya, jika perhitungan resiko menunjukan bangunan tersebut masuk dalam tingkat proteksi level 4 dengan ketinggian tiang penangkal petir 20 meter, maka standart IEC 62305 menyaratkan maksimum radius proteksi adalah 26,8 meter dengan ketinggian tiang yang sama yaitu 20 meter. Sementara untuk tingkat radius level 1, radiusnya adalah 8,4 meter. Apapun bahannya, jenis dan merk sistem penangkal petir yang dipasang, harus tidak boleh melebihi yang disyaratkan dalam ketentuan standart tersebut.

Jadi, ketinggian tiang serta penempatannya memang sangat mempengaruhi radius proteksi sehingga tidak cukup dengan hanya membuat perkiraan lingkaran maksimum radius proteksi saja.

Kunjungi : PT Bintang Kurnia Jaya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *