Mengenal Sistem Plumbing Pada Bangunan

Utilitas sebuah bangunan merupakan salah satu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan untuk terwujudnya unsur-unsur kenyamanan, kesehatan, keselamatan dan juga kemudahan komunikasi serta mobilitas dalam sebuah bangunan. Dan sistem plumbing pada bangunan sendiri adalah salah satu yang cukup penting pada sebuah bangunan.

Plumbing sendiri adalah pipa ledeng atau jenis pekerjaan yang menyambung dan memasang pipa air ledeng. Atau semua pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pemeliharaan, perawatan instalasi air baik untuk rumah maupun gedung. Dan sistem plumbing in juga merupakan sebuah sistem penyediaan air atau pengeluaran air ketempat-tempat yang dituju tanpa adanya gangguan atau pencemaran terhadap daerah-daerah yang dilewati dan juga bisa memenuhi kebutuhan air para penghuninya.

Sementara, sistem plumbing adalah salah satu sistem yang cukup penting pada sebuah bangunan. Berdasarkan survey di jepang pada tahun 1978, yaitu menunjukkan bahwa kegagalan dari suatu sistem plumbing yaitu terjadi pada tahap perencanaan atau desain dan juga pelaksanaan dan pemasangannya.

Maka dari itu, mengingat sistem plumbing adalah bagian yang cukup penting pada sebuah bangunan, maka perencanaan sistem plumbing harus dilakukan bersamaan dan sesuai dengan tahap-tahap perencanaan gedung tersebut.

Sedangkan untuk memahami lebih lanjut soal sistem plumbing pada bangunan, pemerintah sebenarnya telah menyediakan regulasinya. Dan di Indonesia sendiri sudah mempunyai peraturan-peraturan sebagai berikut :
– SNI 03-6481-2000 mengenai Sistem Plambing-2000
– SNI 03-7065-2005 mengenai Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing
– SNI 03-2398-2002 mengenai Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Sistem Resapan
– SNI 03-1745-2000 mengenai Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak serta Selang untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada suatu Bangunan.
– SNI 03-3989-2000 mengenai Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Sprinkler Otomatik untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada sebuah Bangunan.
– SNI 03-1745-1989 mengenai Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk Pencegah Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah maupun Gedung.
– SNI 03-6382-2000 mengenai Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah
– Pedoman Plambing Indonesia yang dikeluarkan oleh Depatemen PU. (sumber :Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing SNI 03-7065-2005).

Dan berikut di bawah ini adalah pembagian sistem plumbing dalam bangunan :
– Instalasi plumbing untuk air bersih
– Instalasi plumbing untuk air bekas
– Instalasi plumbing untuk air kotor
– Instalasi plumbing untuk vent
– Instalasi plumbing untuk air hujan.

Demikian tentang Sistem Plumbing pada Bangunan, hal yang perlu ditekankan adalah bahwa sistem plumbing harus dimatangkan sebelum konstruksi gedung, karena setelah konstruksi plumbing sangat sulit untuk diubah posisinya karena tertanam dalam struktur.

Kunjungi : BINTANG KURNIA JAYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *